5 Suggestions Mengatasi Kesepian Setelah Ditinggal Orangtua

5 Suggestions Mengatasi Kesepian Setelah Ditinggal Orangtua

Zaman sekarang ini makin meningkat dan kian eratlah hubungan-hubungan timbal balik antara semua warga negara dan sekalian bangsa di dunia. Karenanya sebab-musabab perang bukannya disingkirkan, justru malahan lambat laun merupakan ancaman yang paling berat. Sementara untuk menyiapkan senjata yang selalu baru dibelanjakan harta-kekayaan yang berlimpah-ruah, sekian banyak malapetaka diseluruh dunia sekarang toh tidak dapat di sembuhkan sebagaimana harusnya. Olehnya pertikaian-pertikaian internasional tidak dapat sungguh diatasi secara mendasar, malahan bagian-bagian dunia lainnya ikut tertimpa. Maka perlulah di pilih cara-cara baru, yang berawal mula pada semangat yang diperbaharui, untuk menyingkirkan batu sandungan itu, pun supaya perdamaian yang sejati dapat dikembalikan kepada dunia, yang di bebaskan dari kegelisahan yang menekannya. Maka para warganegara wajib patuh-taat berdasarkan hati nurani mereka.

Cara agar bangkit dalam kehidupan ini

Untuk itu kerjasama dengan berbagai disiplin ilmu lainnya terasa sangat bermakna. Psikologi akan memfokuskan pada upaya pembangkitan kebutuhan untuk berubah agar bisa menjadi pendorong dalam proses perubahan tingkah laku yang diharapkan. Pembekalan individu dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup harus dilakukan agar ia mampu melaksanakan perubahan tingkah laku yang diharapkan, yang sudah beralih menjadi kebutuhan pribadi dan bukan kebutuhan yang bersifat eksternal. Dalam upaya ini harus diciptakan kesempatan bagi individu untuk memecahkan masalah berkaitan dengan adopsi tingkah laku dalam kondisi nyata. Penelitian yang dilakukan oleh Bernadette N. Setiadi , Yaumil A. Achir , Iman Santoso Sukardi dan Soesmaliyah Soewondo membuktikan bahwa usaha merubah tingkah laku manusia dapat dilakukan melalui intervensi terencana perubahan tingkah laku.

Perasaan diperlakukan secara adil juga penting bagi dipatuhinya aturan-aturan dalam kehidupan bermasyarakat sesuai hukum yang berlaku. Sebaliknya, perlakuan hukum yang dirasakan berpihak akan mendorong timbulnya perilaku yang cenderung mengingkari, yang bisa muncul dalam bentuk “menghindari” atau bahkan melawan hukum (denda ‘damai’ atau suap). Dalam periode ini semua pihak, mau tidak mau, suka atau tidak, seolah dipaksa masuk ke dalam pembentukan perilaku persaingan international.

Pertanyaan itu membuatku merasa bersalah untuk menerima sedikit uang jajan dari ayahku. Aku mengurung diri di kamar jika ada teman ayah ataupun teman ibuku yang datang. Teman SMK-ku Kong4D yang sama-sama tidak lulus dari perekrutan pegawai dulu sama paniknya denganku. Sayangnya, beberapa dari mereka menempuh cara-cara yang tidak “elegan” untuk mendapatkan pekerjaan.

Namun bukan hanya hal itu yang mereka butuhkan, ajaran agama dan ibadah mereka pun perlu diperkuat serta diperkokoh demi pertumbuhan jiwa mereka dan memiliki rasa syukur dalam menghadapi kondisi seperti apapun. Kita memang perlu berduka dengan sehat supaya kita bisa bangkit dari kesedihan kita, tapi kita tidak boleh hilang semangat. Semua yang terjadi memang sudah merupakan takdir dan kita harus berproses untuk bisa menerima kenyataan.

Comments are closed.