Produk Natural Lianhua Qingwen Dihentikan, Ini Penjelasan Bpom

Produk Natural Lianhua Qingwen Dihentikan, Ini Penjelasan Bpom

Dalam beberapa bulan terakhir, obat malaria hydroxychloroquine juga digunakan dalam proses penyembuhan pasien COVID-19 meskipun sedikit information yang mendukung efektivitas obat tersebut. Hanya saja, lanjut Penny, obat tersebut bisa dikonsumsi berdasarkan hasil penelitian tim mengenai dampak baiknya. Ia juga menekankan bahwa peran BPOM tidak hanya mengawasi obat-obatan kimiawi atau kandungan vaksin. Obat herbal pun menjadi pengawasan BPOM terlebih lagi dalam kondisi pandemi.

Obat covid herbal

“Tapi tugas BPOM salah satunya adalah mencerdaskan konsumen dan masyarakat agar tidak mudah termakan isu atau hoaks tersebut,” ujar dia. Khusus obat herbal, setelah melalui hasil evaluasi Badan POM berikan persetujuan dan nomor ijin edar. Dengan nomor ijin edar ini, herbal atau obat tradisional diberikan jaminan keamanan dan khasiat. Bahkan, salah seorang warga bernama Mohammad Zaman kepada Al Jazeera mengaku bisa sembuh setelah mengonsumsi obat natural dari ahli natural bernama Hakim Alokozai yang mengklaim memiliki obat Covid-19. Zaman sendiri melakukan perjalanan 335 km melewati pos pemeriksaan Taliban dan jalan panjang tak beraspal untuk mencapai Kabul.

Tertinggi darah tinggi atau hipertensi, diabetes, jantung, paru obstruktif, ginjal, ibu hamil hingga asma. “Keamanan tentu saja, jamu atau herbal harus memenuhi parameter tidak ada efek samping tak ganggu fungsi hati dan ginjal,” imbuhnya. Menurutnya, BPOM mendapatkan mandat untuk memastikan obat tradisional dan pangan itu memenuhi persyaratan aspek khasiat keamanan dan kualitas.

Dr. Karlina menambahkan, cara mencegah infeksi virus corona yang saat ini paling benar dan sudah terbukti secara ilmiah adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu, ia juga merekomendasikan penggunaan masker saat berpergian sekaligus untuk menjaga kebersihan. Mengetahui tanaman herbal yang dianggap berpotensi mencegah virus corona memang tidak ada salahnya. Meski begitu, medical editor SehatQ, dr. Karlina Lestari mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap klaim tersebut.

Melihat dari penjelasan tersebut, klaim Lianhua Qingqwn dapat membantu pasien Covid-19 dan mampu menangani infeksi Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content. Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Kimberly Rebecca memposting sebuah narasi yang berisikan klaim bahwa Lianhua Qingqwn dapat membantu pasien Covid-19 dan mampu menangani infeksi Covid-19. Postingan tersebut disukai sebanyak 30 kali, dikomentari sebanyak 4 kali, dan disebarkan kembali 4 kali. Lianhua Qingwen dilaporkan memiliki efek memulihkan pada pasien dengan gejala ringan dan medium, terutama dalam meredakan demam, batuk, dan kelelahan. Anggota Komite Nasional Penilai Obat BPOM Anwar Santoso menambahkan, uji klinis untuk fitofarmaka tidak sederhana, karena tetap harus dibandingkan dengan kontrol dan harus ada standarnya. Hal itu ditegaskan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti.

“Memang pernah ada penelitian eucalyptus efektif untuk membunuh virus beta corona, tetapi bukan virusnya Covid-19, SARS-CoV-2,” kata dr Inggrid dikutip dari Kompas.com. “Sebenarnya Lianhua Qingwen obat herbal yang berkhasiat mengobati demam, batuk berdahak dan meringankan nyeri tenggorokan. Obat ini memang bisa membantu tetapi bukan untuk mengurangi perburukan kondisi pasien Covid-19” paparnya. Food and Drug Administration pada bulan Agustus 2020 lalu juga menyetujui penggunaan Lianhua Qingwen hanya untuk mengobati gejala dari COVID-19, tetapi tidak dapat mengobati virus COVID-19 sebagai manfaat obat lian hua.

Karena itu, klaim obat lian hua Qingwen dapat membantu pasien COVID-19 dan mampu menangani infeksi COVID-19 adalah tidak benar, dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan/misleading content. Meski begitu, pakar dan ilmuwan masih harus melakukan serangkaian tes ilmiah sebelum menyatakan bahwa obat lian hua aman bagi masyarakat dan ampuh menyembuhkan pasien COVID-19. Viktor mengatakan bahwa berdasarkan hasil riset sejumlah pihak di provinsi berbasis kepulauan itu, telah ditemukan ramuan natural untuk pengobatan pasien COVID-19. Dipastikan bahwa pengobatan tradisional Tiongkok Lianhua Qingwen meningkatkan efektivitas klinis, dan juga memiliki keuntungan tertentu dalam meredakan batuk dan demam.

Comments are closed.