7 Tanda Gaslighting Dalam Sebuah Hubungan

7 Tanda Gaslighting Dalam Sebuah Hubungan

Sedangkan bagi pelaku, ia akan merasa superior, paling berkuasa, dan selalu benar karena perilaku manipulatifnya. Seorang korban gaslighting dapat didorong hingga mereka mempertanyakan kewarasan mereka sendiri. Waspadalah, situasi ini bisa membuat korban sulit untuk transfer on dan sembuh dari gaslighting itu sendiri. Novita Condro bercerita melalui Instagram Storiesnya bahwa Vincent Raditya sosok yang kasar. Seorang gashlighter cenderung tidak sadar bahwa ia melakukan gashlighting.

Apa itu gashlighthing

Ketika terjadi konflik antara Kamu dengan pasangan, mereka akan terus-menerus memotong pembicaraan dan tidak membiarkan Kamu menjelaskan sudut pandang Kamu. Menurut Sutton, bila Kamu memilih untuk merekam percakapan atau menulis email untuk mengungkapkan perasaan karena tidak pernah mendapatkan tanggapan, mungkin Kamu mengalami gaslighting. Wajib banget untuk Sobat GenZ waspada dengan hubungan gaslighting karena dapat merusak kondisi mental Situs Bola Online dan sosialmu.

Tidak semua konflik melibatkan gaslighting, mengingat kondisi ini hanya terjadi saat seseorang berusaha mendominasi orang lain dan membuatnya bertanya-tanya mengenai kebenaran yang ada. Hal ini dilakukan untuk membuat korban merasa tidak percaya diri sehingga gaslighter bisa mengendalikan diri korban. Seorang gaslighter kerap membuat pasangannya mempertimbangkan dan mempertanyakan realita yang sebenarnya terjadi. Ia kerap menyebut kelemahan pasangan berkali-kali, serta membentuk realitas lain yang tidak jujur sampai pasangannya percaya dengan apa yang ia katakan. “Para gaslighter ini berusaha mengendalikan orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka sendiri dengan cara yang manipulatif atau tidak jujur. Sehingga korban perlu mendapatkan bukti secara bertahap untuk melihat gejala apa yang sebenarnya terjadi padanya,” ungkap Gottman seperti yang dikutip dari laman Kompas.

Gaslighter akan mengatakan hal baik, namun biasanya tidak mereka lakukan. Dari kelima sifat atau ciri-ciri di atas kita dapat simpulkan secara umum sifat gaslighters di antaranya melakukan upaya provokasi, manipulasi, serta menjatuhkan, dan berbohong. Seorang gaslighter akan mengancam korbannya dengan menggunakan sifat bahkan dengan merusak atau melukai yang korbannya miliki. Misalnya saja dalam berumah tangga, gaslighterini akan menggunakan anak untuk mendukung pendapat bahwa dirinya-lah yang paling benar. Hal tersebut dilakukan karena seorang gaslighter tahu bahwa anak adalah segalanya sehingga ia jadikan sebagai ‘alat’ untuk menyerang korban. Berpura-pura melupakan peristiwa yang telah terjadi untuk semakin mendiskreditkan ingatan korban, seperti menyangkal membuat janji untuk menghindari tanggung jawab.

Selain itu, dia juga merasa neurotic, hipersensitif, dan tidak terkendali. Hal-hal tersebut memang menjadi tujuan gaslighting, agar si target merasa aneh dan tidak yakin tentang mana yang benar dan salah. Ketika korban mulai menyadari tanda bahaya dalam hubungan mereka, gaslighter biasanya akan luluh dan menghibur pasangannya. “Korban mendapat sedikit pujian, dan mereka berdua masuk ke dalam kodependensi ini di mana mereka mungkin gak percaya bahwa mereka sudah jadi korban,” kata Tseler. Kita bisa mencari pertolongan ke psikolog, psikiater, teman yang kita percaya, dan tentunya keluarga.

Akibatnya, korban akan merasakan kecemasan, depresi, hingga mental breakdown. Tak jarang juga hal itu bisa berkembang menjadi sebuah kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan lain sebagainya. Gaslighting adalah suatu bentuk manipulasi yang biasanya terjadi dalam sebuah hubungan yang tidak sehat. [newline]Bentuk manipulasi ini dilakukan oleh seseorang untuk terlihat berkuasa dan dapat mengontrol orang lain dengan cara membuat korbannya tidak yakin dengan dirinya sendiri. Pada mulanya, istilah gaslighting berasal dari sebuah drama dan film yang berjudul Gaslight. Sebagai bagian dari proses, harga diri korban rusak parah, dan ia menjadi semakin tergantung pada gaslighter untuk dukungan dan validasi emosional.

Comments are closed.